PENYETARAAN EKONOMI SYARIAH sebagai langkah Peningkatan Kualitas SDM Hakim Peradilan Agama Negara


Senin, 13 September 2021 secara virtual Ketua Pengadilan Agama Negara (Nofia Mutiasari, S.Ag.,M.H.) sebagai salah satu peserta pelatihan mengikuti pembukaan Pelatihan teknis Yudisial Penyetaraan Ekonomi Syariah bagi Hakim Peradilan Agama Seluruh Indonesia yang dibuka oleh kepala pusat pendidikan dan Pelatihan teknis Yudisial (Bambang Hery Mulyono, S.H.,M.H.). Ketua PA negara sebagai hakim sekaligus sebagai pimpinan secara terus menerus meningkatkan kualitas melalui pengikutsertaan pada pelatihan teknis yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan tugas dan fungsinya.

Pada kesempatan kali ini mengikuti penyetaraan untuk menjadi Hakim Ekonomi Syariah, dimana dengan adanya kewenangan pengadilan agama sebagaimana tertuang dalam undang-undang nomo3 tahun 2006 dengan perubahannya Undang-undang nomor 50 tahun 2009 yaitu kewenangan dalam bidang ekonomi syariah, sehingga dengan banyaknya perbankan syariah di Indonesia para hakim Peradilan Agama dipersiapkan untuk mempunyai kemampuan yang lebih guna menyelesaikan terhadap sengketa ekonomi syariah dlam kegiatan perbankan syariah.

Kegiatan pelatihan penyetaraan ekonomi syariah tersebut dilaksanakan secara virtual dengan 2 tahap melalui E-learning (belajar mandiri) dan online class (zoom meeting) pada tanggal 13 sampai dengan 24 September 2021 yang diikuti 80 peserta, diharapkan mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan dibidang ekomoni syariah yang nantinya menghasilkan hakim yang berkualitas dan berkompeten dalam menangani dan menyelesaikan perkara dalam sengketa ekonomi syariah.


Dengan ikut sertanya pimpinan menambah kekuatan SDM pada Pengadilan Agama Negara dalam peningkatan kulitas SDM yang dapat menghasilkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dalam penyelesaian sengketa apapun yang dihadapi oleh masyarakat setempat. Dan Pengadilan Agama terus membangun serta mengembangkan kemapuan untuk meningkatkan potensi dan kualitas karena Pengadilan Agama BISA (berprestasi, Inovatif, Semangat, Akuntabel).