1

 

Selasa, 8 Juni 2021. Ketua PA Negara  Nofia Mutiasari, S.Ag., M.H., Panitera, Sekretaris, Pejabat Kepaniteraan, Pejabat Kesekretariatan, Seluruh ASN PA Negara termasuk Pegawai CPNS PA Negara serta turut hadir Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banjarmasin beserta jajarannya dan undangan terkait Kerjasama MoU yaitu Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang diwakili oleh Sekretaris dan Plt. Dinas P2KBP3A Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Bertempat di Ruang sidang utama Pengadilan Agama Negara  penandatangan (MoU) perjanjian kerjasama antara Pengadilan Agama Negara dengan dua instansi tersebut berjalan dengan lancar dan sukses.

 

3

 

Dalam  pelaksanaan penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU) ini PA Negara menciptakan 2 inovasi baru yaitu “INSPIRASI” dan “PALING KOMPPAK”.

“INSPIRASI” (Inovasi Setelah Perceraian Rubah Akta dan Status Identitas) yaitu inovasi terkait dengan Pihak setelah bercerai dan putusan telah Berkekuatan Hukum Tetap (BHT) maka disaat pengambilan Produk Pengadilan yang diperoleh tidak hanya salinan putusan Akta Cerai saja, namun dokumen-dokumen lainnya yang diterbitkan oleh DISDUKCAPIL berupa Kartu Keluarga, KTP, dan Kartu Identitas Anak, semua bisa diterima oleh yang bersangkutan sekaligus dengan perubahan statusnya.

“PALING KOMPAK” (Pelayanan Konseling Sebagai Rekomendasi Terhadap Pencegahan Pernikahan Anak) yaitu Inovasi yang dilakukan sebagai langkah preventif sebagai pencegahan pernikahan usia anak berupa konseling di Dinas P2KBPPPA yang harus dilakukan para pihak sebelum mengajukan Dispensasi Kawin yang mana dari hasil konseling tersebut nantinya akan menghasilkan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan saat memeriksa perkara tersebut dan pembekalan bagi anak yang hendak menikah pada usia anak.

 

6

 

Dengan adanya inovasi-inovasi tersebut PA Negara mempunyai tujuan peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam bersinergi dengan instansi terkait sehingga mampu memenuhi Visi Misi PA Negara yaitu meningkatkan pelayanan bagi masyarakat terpinggirkan dalam hal ini inovasi “INSPIRASI” menjawab kebutuhan masyarakat untuk dimudahkan dalam mendapatkan pelayanan dari instansi tersebut terkait dengan  Perubahan Akta dan Identitas akibat dari perceraian

Terkait dengan Inovasi “PALING KOMPAK” sebagai upaya dalam pencegahan pernikahan anak karena Ketua PA Negara berpendapat bahwa tingginya tingkat pernikahan usia anak menjadi tanggung jawab bersama atau semua lini baik orang tua, Pemerintah, maupun masyarakat, dalam hal ini salah satu upayanya adalah pelayanan konseling sebagai bekal pengetahuan  dan pemahaman anak terhadap pernikahan dini sehingga memberikan pemahaman adanya resiko dan konsekuensi jika pernikahan tersebut dilaksanakan, serta sebagai konseling bagi orang tua anak akan adanya tanggung jawabnya terhadap keberlangsungan dan masa depan anak-anaknya.

Dengan adanya kerjasama (MoU) dengan kedua Instansi ini, Ketua PA Negara menyatukan tujuan yaitu, memberikan kemudahan dalam pelayanan kepada masyarakat dengan harapan akan semakin meningkatkan pelayanan kepada pada Pengadilan Agama Negara, karena yakin Pengadilan Agama Negara “BISA” Berprestasi Inovatif Semangat dan Akuntable”