Selamat Datang di Situs Resmi Pengadilan Agama Negara Kalimantan Selatan | Media Informasi & Transpransi Pengadilan Agama Negara. Pengadilan Agama Negara Selangkah lebih Maju....

Admin Web

  • Andalas Putra
 

Renungan Quran & Hadist

"Fabiayyi aalaa-i rabbikuma tukadzibaan"

 

"Maka, nikmat Tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar-Rahman)

 

" Lihatlah olehmu orang yang lebih rendah darimu. Dan jangan melihat orang yang diatasmu, (yang) demikian itu lebih baik agar kamu tidak merendahkan (menganggap tidak ada) nikmat Allah yang diberikan kepadamu." (HR. Bukhari Muslim)

 

Cerita Tentang Abu Ubaidah

 

Rasulullah Saw pernah mengutus Amr ibn Ash berperang ke Syam (Jordania sekarang). Setibanya disana, ia melihat jumlah pasukan yang sangat banyak, karena itu ia segera menulis surat kepada Nabi Saw untuk meminta tambah pasukan lagi. Kemudian Nabi Saw segera mengutus Ubaidah ibn Al-Jarrah sebagi pemimpin pasukan tambahan yang pasukannya terdiri dari kalangan Mujahirin pertama, diantaranya terdapat Umar bin Khattab dan Abu Bakar. Ketika berangkat, Nabi Saw berpesan kepada Ubaidah , “ Jangan bertengkar.”

 

Berangkatlah Ubaidah beserta pasukannya, dan sesampainya di Syam dia bertemu dengan Amr ibn Ash. Amr bin Ash berkata,

“ Kau datang sebagai bala bantuan dan akulah kepala pasukan.”

Abu Ubaidah menjawab, “ Tidak begitu, aku pimimpin pasukan yang aku bawa, dan kau hanya kepala pasukan yang kau bawa bersamamu.”

Amr ibn Ash tidak menerima jawaban Abu Ubaidah kemudian menjawab:

“ Tapi kan kau ini datang sebagai bala bantuan yang aku pinta???”

Abu Ubaidah terus mendesaknya, ” Hai Amr, Rasullulah Saw telah berkata kepadaku, : Janganlah kalian bertengkar, karena itu jika kau terus mendesak, akau akan membuat kau menjadi taat kepadaku.”

Amr ibn Ash masih tidak mau menerima pernyataan Abu Ubaidah,

“ Tapi kau ini pemimpinmu, karena kau datang hanya sebagai bantuan saja, jadi aku yang berhak memimpin pasukan ini semua!!”

 

Abu Ubaidah dikenal sebagai sahabat yang toleran, karena menginggat nasihat Nabi Saw kepadanya agar tidak berselisih paham, akhirnya ia setuju atas permintaan Amr Ibn Ash. Selanjutnya Amr Ibn Ash dan semua yang ada shalat berjamaah.

 

Selesai berperang, orang yang pertama datang ke Madinah adalah Auf ibn Malik dan ia segera menemui Rasulluah Saw dan beliau berkata, “Ceritakan kepadaku.” Auf ibn Malik kemudian menceritakan peperangan yang terjadi, namun tidak sedikitpun menyebutkan perselisihan antara Abu Ubaidah dan Amr Ibn Ash.

Rsulullah Saw bersabda,

“ Semoga Allah merahmati Abu Ubaidah, Ya Semoga Allah merahmati Abu Ubaidah Ibn Jarrah.”

 

Terimalah Dengan Bahagia

Kisah diatas bisa kita simpulkan berbagai ragam kesimpulan, namun bisa kita simpulkan sedikit saja dan memang tampaknya kesimpulan ini tidak tampak.

 

Apa kesimpulannya??

Bahwa ternyata kunci kebahagiaan itu salah satunya menerima lapang dada apapun yang diberikan Allah Swt kepada kita dan kita harus merasa bahagia penuh syukur atas semua pemberian Nya. Artinya jangan marah, jangan merasa kecil, tidak merasa rendah jika memang pemberiaan rezeki misalnya tidak sama dengan orang lain. Karena Allah memiliki hak preogratif memberi rezeki kepada seseorang dengan melimpah ataupun hanya memberi sedkit krepada yang lain. Atau apapun bentuknya selain rezeki, nikmat sehat, nikmat menyatap makanan, minuman, pakaian, rumah, istri, suami, anak-anak, orang tua, pendidikan dan lainnya.

Semuanya harus kita nikmati dan diterima dengan bahagia….karena orang bahagia itu, ialah orang yang menerima apa yang diberikan dengan penuh syukur. Cerita Abu Ubaidah diatas menjelaskan bagaimana ia menerima dengan lapang dada dan akhirnya Rasulullah Saw mendoakannya. Sebuah kebahagiaan ketika Rasullah Saw mendoakan, dan tentunya doa Rasullah Saw disebabkan satu sebab.

Total akses : 1435